Senin, 17 Juni 2013

Pra dan Instalasi VENTILATOR


1.  Nama alat   :      Ventilator
2.  Fungsi :      memompa sejumlah gas kedalam paru untuk menggantikan fungsi inspirasi,
      sedangkan fungsi ekspirasi berjalan pasif setelah inspirasi berhenti.
3.  Spesifikasi  :      External 12 volt battery and cord
      Ventilator and associated circuits, filters and tubing
      Equipments required for bowel, bladder and personal care like hospital bed        Wheelchair, commode and/or bedpan
      Tracheotomy equipment and supplies
      Air compressor and tubing for aerosol treatments
      Heated humidifier or cascade

4.  Bagian – bagian alat :
1)    Udara Tekan(Air Compress) dan Oksigen Sebagai sumber gas dari ventilator, bisa menggunakkan Tabung dan Kompressor   Medis ataupun Gas Medis pada Wall Outlet. Dengan standart tekanan 2-10 bar.
2)   Humidifier (sebagai pelembab udara yang masuk ke pasien)
3)   Circuit Patient (Neonatus/Pediatric dan Adult).
4)   Test Slang (Bag untuk coba sebelum ke pasien).
5)   Nebulizer (Optional untuk pasien tertentu).
Sedangkan bagian yang terdapat dari unit yaitu:
Ø  Water trap dan bakteri filter gas Supply.
Ø  Bakteri Filter inhalation (Inspirasi dan Expirasi).
Ø  Battery unit backup Power Supply.
Ø  Audible Sound/Alarm indikator.
Ø  Grafik display dengan monitor atau Pressure Graph.
Ø  O2 cell dan Exhalasi Flow sensor.
Ø  Exhalasi Valve Adapter (Inspirasi/Expirasi).
Ø  Heater pada Exhalasi
Ø  Standart Mode (Circuit cek,O2 dan Flow sensor calibrate,self test)

5.  Pra Instalasi Ventilator :
1)    Tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan
2)   Lepaskan penutup debu ( dust cover )
3)   Siapkan aksesoris
4)   Siapkan  Bahan Operasional
5)   Periksa Hubungan alat ke terminal pembumian dan hubungkan catu daya
6)   SDM yang terlatih dan bersertifikat

6.  Instalasi Ventilator :
1)    Pasien dianalisa dengan menggunakan BGA
2)   Instubasi dan weaning pasien terlebih dahulu dengan suction
3)   Instal unit :   - Setup pasien (neonatus/Pediatric/Adult).
           - Gas Supply O2 dan Air compress.
- Circuit pasien sesuai kebutuhan.
- Penggunaan Invasive/non invasive ventilator
       - Setting Humidifier dari suhu standart 30-40 derajat.
       - Circuit cek,self test, standart test.(Utk safety alat).
4)   Set up dan mode setting pada Unit : Set Breath type(pressurelimit/Tidal Volume),Modality pasien, FIO2, Flow/Time inspirasi,Respirasi rate pasien, I:E ratio,  dan alarm. Ventilator yang sekarang sudah dilengkapi dengan Mode terbaru Quick Setup (yaitu mode cepat dengan memasukkan berat badan pasien saja).”
5)   Pergunakan Test slang terlebih dahulu sebelum ke pasien dan analisa hasil dari settingan tersebut pada monitor/graph.  




Sabtu, 15 Juni 2013

Pra dan Instalasi Nebulizer Compressor


Nama alat  : Nebulizer Compressor
Fungsi       : alat yang dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol
             secara terus- menerus dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan
                   atau gelombang ultrasonik.
Spesifikasi : Voltage = AC 230V/50Hz, 230V/60Hz
                   Power consumption aprroximate = 100 watt
                   Dimensions = 180(W) x 110(H) x 290(D) mm
                   Max air flow 10 1/m
                   Max air pressure 2.5 bar (250kpa)

Bagian bagian alat :
1)    Mikrokontroler, untuk pusat kendali dari alat
2)   Kompresor, berfungsi untuk mengubah cairan menjadi uap yg akan dimasukkan ke kit
3)   Mouth piece, untuk memasukkan obat yang telah jadi uap

Pra Instalasi Nebulizer Kompresor
1)    Siapkan catu daya untuk tegangan 220V AC
2)   Letakkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak
3)   Teknisi yang bisa mengoperasikan alat
4)   Siapkan oksigen set, cairan yang akan dipakai
5)   Siapkan juga mouth piece, tisu bila perlu

Instalasi Nebulizer Kompresor
1)    Cuci tangan yang diwajibkan untuk user
2)   Mengisi cairan / obat
3)   Memasang masker pada pasien
4)   Flowmeter dibuka untuk identifikasi adanya asap
5)   Observasi pasien (sesuai kebutuhan)
6)   Selesai dipakai alat dan pasien dirapikan serta dikembalikan ke tempatnya



Pra dan instalasi sphygmomanometer (pengukur tensi)


Nama alat       : Sphygmomanometer
Fungsi    :      alat yang di gunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual
       saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset dengan sistem non        
      invasive.
Spesifikasi      :        Type = raksa
      Max . error tolerance = +/- 3 mm Hg
    99.99% pure mercury
      Cuff dengan 2 tabung

Bagian bagian Alat :
1)    Pasien : Objek yang akan diperiksa tekanan darahnya
2)   Cuff : manset yang berfungsi menahan laju aliran darah
3)   Bulb & valve : memberi tekanan udara pada cuff dan air raksa
4)   Measure unit: tempat air raksa dan melihat salit pengukuran tekanan darah

Pra Instalasi Alat :
1)    Letakkan ditempat yang aman
2)   Teknisi yang bisa mengoperasikan alat
3)   Siapkan aksesoris alat

Instalasi alat :
1)    Pemeriksa memasang kantong karet terbungkus kain (cuff) pada lengan atas.
2)   Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.
3)   Kantong karet kemudian dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
4)   Udara kemudian dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
5)   Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
6)   Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolik.

members

Label